Adakan Tour Akademik Jilid III, KESA Bahas Tiga Hal Ini

Adakan Tour Akademik Jilid III, KESA Bahas Tiga Hal Ini

Kelompok Studi Tentang Desa (KESA) kembali melakukan kegiatan Tour Akademik (TA) Jilid III di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/12). (Foto: Anggota KESA - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Kelompok Studi Tentang Desa (KESA) yang dihuni oleh para mahasiswa dari beberapa kampus di Yogyakarta kembali melakukan kegiatan Tour Akademik (TA) Jilid III di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/12) kemarin.

Kegiatan TA ini merupakan sebuah agenda rutin tahunan KESA sebagai bentuk kepedulian mereka akan pembangunan desa.

PLT Kepala Desa KESA, Bayu Kurniawan mengatakan, tour akademik ini merupakan lanjutan dari tour-tour akademik KESA yang telah dilakukan sebelumnya dengan tujuan untuk memantau penyelenggaraan pemerintah desa pasca pengesahan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Baca juga: PK OC Kaligis Dikabulkan MA, KPK Pertanyakan Komitmen Pengadilan Berantas Korupsi

“Tour Akademik Jilid II ini sebenarnya merupakan estafef dari tour Akademik I dan II yang pernah dilaksanakan di Manggarai, NTT.” kata Kurniawan kepada dawainusa.com.

“Maka belajar dari itu, kita mencoba mengkomparasi kira-kira perbedaan apa yang terjadi soal penyelenggaran pemerintah desa saat UU No. 6 Tahun 2014 ini berjalan” lanjutnya.

Terkait pemilihan Desa Sambirejo sebagai objek pelaksanaan TA, Panitia Tour, Pain Marselino menjelaskan, hal itu telah dilakukan melalui pertimbangan tertentu.

“Kami memilih Desa Sambirejo sebagai tujuan tour berdasarkan hasil observasi. Kami melihat di desa ini, penyelenggaraan pemerintah desanya sangat cocok untuk dipelajari. Tetapi, itu tidak berarti, desa-desa lainnya di Jogja sama sekali tidak bagus dalam hal itu,” jelas Marselino.

Tiga Pokok Persoalan yang Dibahas

Kegiatan ini tentu memiliki tujuan tertentu. Berdasarkan keterangan Seksi Acara Panitia Tour Jilid III, Engel Ndarung, untuk mengisi kegiatan ini, KESA bekerjasama dengan pihak Pemerintah Desa Sambirejo melakukan diskusi untuk membahas tiga persoalan pokok.

“Diantaranya, Perbandingan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Sebelum dan Sesudah Lahirnya UU Desa No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Praktik Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berdasarkan Asas-Asas Penyelenggara Pemerintah Desa, dan Pelaksanaan Sistem Pemerintah Desa Dalam Konteks Perencanaan Desa,” papar Ndarung.

Baca juga: Nabila Sahaja, Gadis Asal Maumere yang Juarai Miss Teen Indonesia 2017

Dari pihak Pemerintah Desa Sambirejo, diskusi ini dihadiri oleh Sekretaris Desa, Mujirin dan Kasi Pembangunan, Ngatidjo. Dalam kesempatan itu, Mujimin mengungkapkan fakta di balik keberhasilan Desa Sambijero.

Ia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan pembangunan desa tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat desa setempat. Menurut Mujimin, selama ini, prinsip yang dipakai oleh masyarakat Desa Sambijero untuk pembangunan desanya ialah gotong royong.

“Sebenarnya keberhasilan pelaksanaan pembanugnan desa terletak pada bagaimana partisipasi masyarakat yang menjadikan gotong royong seabgai dasar pembangunan,” ungkap Mujimin.

“Sambirejo sendiri sifat kerja pemerintah desa itu sifatnya menjemput bola. Menjemput bola dalam hal ini adalah di mana pemerintah desa langsung mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan, kemudian mencari jalan keluarnya. Sehingga, ketika merencanakan sesuatu, dengan sendirinya masyarakat satu suara, satu rencana dalam menggerakan pembangunan,” sambungnya.

Selain itu, Mujirin juga mengungkapkan, saat ini, Desa Sambirejo telah menjadi desa model yang diincar oleh berbagai stakeholder.

“Saat ini, Desa Sambirejo banyak dilirik oleh berbagai stakeholder yang bagi kami sangat membantu. Baru-baru ini kami menerima penghargaan sebagai salah satu destinasi wisata desa terbaik ketiga menurut Asosiasi Pesona Indonesia (API). Ini kami pandang sebagai wujud keberhasilan kerja pemerintah desa,” ungkap Mujimin.

Adapun kegiatan Tour Akademik ini berlangsung selama 2 jam, yakni dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Terkait kegiatan ini, fundator KESA, Evan Lahur mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan ini.

“Saya merasa beruntung belajar di Desa Sambirejo ini. Setidaknya saya mempunyai bekal akan pelaksanaan pemerintah desa yang baik itu bagaimana, dan saya sudah memulainya dari sini,” ungkap Lahur.

Lebih lanjut, Mujimin juga memberikan apresiasi terhadap KESA atas semangat yang mereka miliki untuk peduli terhadap pembangunan desa.

“Kiranya kegiatan KESA ini berlanjut. Saat sekarang susah menemukan orang muda yang mau menghadirkan dirinya dalam romantika pembangunan desa.” tutur Mujimin.

“Semoga kalian bisa pulang ke desa kalian masing-masing dan memajukannya. Sebab, Indonesia tidak akan ada tanpa desa. Indonesia jaya, itu dimulai dari desa,” tambahnya.

Kegiatan Tour Akademik ini diakhir dengan pemberian cenderamata dari Organisasi KESA sebagai bentuk kenang-kenangan kepada Pemerintah Desa Sambirejo. Hal itu diberikan langsung oleh PLT Desa KESA, Bayu Kurniawan.* (Rino Goa/YAH).

COMMENTS